
Beri setiap bahasa tujuan yang jelas dan tempat dalam jadwalmu. Saat waktunya sempit, utamakan satu bahasa dan pertahankan bahasa lainnya dengan pengulangan. Waktunya tidak harus dibagi sama rata.
Bahasa mana yang lebih kamu butuhkan saat ini?
Kamu mungkin belajar bahasa Belanda untuk pekerjaan dan bahasa Spanyol untuk perjalanan. Tentukan satu tugas konkret untuk masing-masing, misalnya “menjawab pertanyaan di kantor” dan “meminta tagihan di restoran”.
Pilih bahasa utama untuk beberapa minggu ke depan. Pilihan ini tidak harus permanen. Tujuannya agar kamu tahu harus mulai dari mana ketika hanya punya sedikit waktu. Bahasa kedua bisa memiliki target lebih kecil, seperti mengingat ungkapan yang sudah dipelajari.
Pisahkan sesi dengan cara yang mudah diikuti
Kamu bisa menggunakan pagi untuk satu bahasa dan sore untuk bahasa lainnya, atau bergantian hari. Pilih pembagian yang cocok dengan kegiatanmu. Ini bantuan untuk mengatur waktu, bukan aturan universal tentang ingatan.
Sebelum mulai, pastikan kursusnya benar dan pilih tugas: belajar materi baru, mendengarkan, atau mengulang. Selesaikan satu tugas kecil sebelum berpindah bahasa. Dengan begitu, kamu lebih mudah mengetahui apa yang sudah dilatih.
Contoh jadwal seminggu
Persingkat sesi atau pindahkan harinya sesuai waktu yang benar-benar tersedia.
| Hari | Bahasa utama | Bahasa kedua |
|---|---|---|
| Senin | 10 menit: ulangi dan tambah materi | 5 menit: dengarkan dan tirukan |
| Selasa | 10 menit: jawab tanpa membaca | Istirahat |
| Rabu | 5 menit: ulangi | 10 menit: ulangi dan tambah materi |
| Kamis | 10 menit: coba satu situasi | Istirahat |
| Jumat | 5 menit: ulangi | 5 menit: ulangi |
| Akhir pekan | Pilih kegiatan yang kamu nikmati dan cek apakah jadwalnya masih realistis. | |
Terlewat satu hari? Lanjutkan pada sesi berikutnya. Jadwal bukan utang yang harus dibayar dengan dua kali lipat pekerjaan.
Sisakan waktu untuk materi yang sudah dipelajari
Sebelum menambah banyak ungkapan, coba ingat materi lama tanpa melihat jawabannya. Jika tugas pengulangan menumpuk, kurangi materi baru. Mengambil lebih sedikit materi bisa membuat jadwal lebih mudah dijalani.
Penelitian Kakitani dan Kormos tentang latihan berjeda meneliti perkembangan kelancaran berbicara dalam bahasa kedua. Penelitian itu bukan pengujian belajar dua bahasa sekaligus ataupun jadwal dalam panduan ini. Tabel di atas adalah contoh praktis untuk disesuaikan, bukan program yang dibuktikan oleh penelitian tersebut.
Waktumu sepuluh menit dan banyak materi perlu diulang. Haruskah menambah materi di dua bahasa?
Kamu bisa mengulang beberapa ungkapan dari bahasa utama dan melanjutkan kursus kedua pada sesi berikutnya. Pilih jadwal yang bisa kamu jalani.
Kalau bahasanya tertukar, catat satu contoh
Kata dari bahasa lain tiba-tiba muncul? Catat kata dan situasinya. Lalu coba lagi ungkapan lengkap dalam bahasa yang memang ingin kamu gunakan. Satu kesulitan spesifik lebih berguna daripada kesimpulan “semuanya tertukar”.
Jika jadwal terasa berat, coba seminggu dengan materi baru hanya di bahasa utama dan pengulangan di bahasa kedua. Setelah itu, lihat apa yang masih kamu ingat dan berapa banyak waktu yang terpakai. Ubah rencana jika tidak cocok dengan keseharianmu.
Memisahkan kursus di Levelingua
Pilih bahasa Indonesia sebagai bahasa awal, lalu tambahkan bahasa yang ingin dipelajari. Progres dan catatan hari belajar disimpan terpisah untuk setiap kursus, sehingga kamu bisa melanjutkan dari posisi terakhir.
Jawab sebelum menampilkan solusi dan nilai apa yang benar-benar kamu ingat tanpa bantuan. Lengkapi pengulangan dengan kesempatan memakai bahasa, termasuk di luar aplikasi.
Sumber dan bahan tambahan
Latihan dan rutinitas dalam panduan ini adalah saran. Sesuaikan dengan level dan waktu yang kamu miliki.
Ada penjelasan yang bisa kami perbaiki? Kirim pesan ke info@levelingua.com.


